Hello! Comments Pictures
Click Here to Get More Images @ MyNiceProfile.com

Kamis, 12 April 2012

Candi Borobudur


candi borobudur

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. 


Rabu, 11 April 2012

Curug Cigamea


  Curug Cigamea berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari kawasan wisata Gunung Salak Endah. Bila anda mengunjungi kawasan wisata ini dari arah Leuweliang, maka curug Cigamea merupakan air terjun pertama kali yang akan anda temui sebelum kelima air terjun lainnya. Lima ? memang benar, kawasan wisata Gunung Salak Endah memiliki objek wisata enam air terjun (Nangka, Luhur, Cihurang, Ngumpet, Sewu dan Cigamea), satu pemandian air panas (Gunung Picung) dan satu wisata kawah (Kawah Ratu).

Untuk menuju ke lokasi air terjun, pengunjung diharuskan berjalan kaki dari areal parkir, melalui jalan menurun +/- 350 meter. Selama dalam perjalanan, setidaknya tercatat tiga air terjun tambahan berada disisi kanan jalan. Masing-masing dengan ketinggan berkisar antara 5 hingga 10 meter namun dengan debit air yang kecil dan berada dibalik rimbunnya daun pepohonan. Kondisi jalan menuju lokasi berupa jalan setapak yang telah terbuat dari batu dan tersusun rapi dalam bentuk susunan anak tangga. Dibeberapa bagian jalan terdapat tempat peristirahatan, untuk melepas lelah sejenak sambil menikmati air terjun dari kejauhan. Warung-warung penjual makanan juga tersedia, siap melayani dengan hidangan sederhana berupa mie rebus atau sekedar secangkir kopi susu panas. Tentunya hal yang tidak bisa kami nikmati mengingat saat itu masih didalam bulan puasa ramadhan Setibanya dilokasi, nampak jelas bahwa Curug Cigamea terdiri dari dua buah air terjun utama dengan karakter yang berbeda.

 Air terjun pertama yang lebih dekat dengan jalan masuk, berupa air terjun dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan warna hitam. Tipe air yang jatuh lebih bersifat percikan air yang langsung melimpah jatuh dari atas cukup deras meskipun nampak jelas tidak sederas/sebesar air terjun kedua. Hal ini pula yang menjadikan alasan kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak luas dan dalam, sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang. Letaknya yang terbuka, memungkinkan pengunjung untuk berada disisi kiri dan kanan dari air terjun.

Air terjun kedua berjarak kurang lebih 30 meter dari air terjun pertama dan berada dicelah tebing. Bebatuan tebing berwarna hitam berpadu dengan corak garis warna coklat kemerah-merahan nampak terlihat jelas dan memberi nuansa sendiri saat melihatnya. Air yang mengalir lebih mirip dengan aliran sungai dengan ukuran lebar yang semakin kebawah semakin melebar dan debit air yang cukup tinggi. Sepintas bila dilihat dari bawah, sumber air yang berada di atas air terjun kedua ini berada sedikit dibawah air terjun pertama, padahal sebenarnya tidak. Dari hasil pengamatan mulai dari masuk lokasi ini, terlihat jelas bahwa air terjun kedua ini memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari air terjun pertama, namun karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan dan adanya bagian tanah yang sedikit menjorok kemuka, praktis bagian atasnya tidak bisa dilihat saat berada dibawah lokasi. Asumsi saya, sekitar 50 persen dari tinggi sebenarnya air terjun ini, tidak bisa dinikmati dari bawah lokasi.

 Kolam limpahan air yang ada dibawah air terjun kedua ini, memiliki kedalaman dan luas yang cukup untuk sekedar bermain air maupun berenang. Warna air yang biru kehijau-hijauan dibagian tengah kolam menandakan bahwa dibagian tersebut cukup dalam. Bahkan salah seorang pengunjung berusaha memanjat tebing untuk kemudian melompat dari ketinggian 2 meter ke bagian tengah kolam. Cukup ramai pengunjung yang datang pada siang itu. Terkadang tak segan pengunjung pria melepas baju dan celana, hanya memakai pakaian dalam kemudian menyeburkan diri, berenang hingga ke bagian tengah kolam, sementara teman-teman lainnya bersorak-sorai dari tepian kolam.

Curug Cigamea memang menarik untuk dikunjungi baik untuk kelompok kawula muda maupun wisatawan keluarga. Dibadan sungai yang tidak dalam, tampak beberapa anak kecil sibuk bermain air sambil merendam kakinya untuk merasakan kesegaran dan dinginnya air yang ada. Derai tawa menyertai tingkah polah mereka saat sebagian tubuhnya terpecik air oleh siraman teman mainnya. Sayangnya lokasi wisata ini tidak cocok untuk berkemah karena kondisi alamnya yang berupa tebing curam, namun setidaknya menikmati dua air terjun yang berbeda dalam satu lokasi, nampaknya bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mengunjunginya.


Universal Studio Singapore

Universal dibuka pukul 9 pagi. Cara paling gampang menuju ke sana adalah menaiki MRT jalur North-East, lalu turun di stasiun MRT Harbourfront yang letaknya tepat di bawah mall Vivocity. Kita cukup naik ke Vivocity lantai 3, lalu mengendarai kereta monorail Sentosa Express menuju stasiun Waterfront Sentosa (harga tiket monorail 3 SGD).


 
Sampai di sana kita akan disambut bola dunia raksasa yang mengarah ke sebuah gerbang besar menuju Universal Studios. Ketika melewati gerbang itu, kita dibawa mundur ke jaman 50-an Hollywood, lengkap dengan toko-toko kuno, pohon palem, dan tokoh-tokoh film klasik seperti Maryln Monroe, Frankenstein, dan Charlie Chaplin.

Universal Studios dibagi menjadi tujuh area yang dirangkai seperti cincin. Ketujuh area itu adalah: Hollywood, Madagascar, Far Far Away (Shrek), Jurassic Park, Ancient Egypt, SciFi City, dan New York. Dari Hollywood, kalau belok ke kanan akan menuju New York, kalau ke kiri menuju Madagascar.

Saya mengambil rute New York yang masih lenggang. Rupanya, area Madagascar yang komikal sangat menarik perhatian anak-anak sehingga tempat itu cepat sesak.
Area New York menyajikan kota “apel besar” dengan plang-plang toko menyadur nama Italia dan Inggris—mengingatkan suasana New York yang multikulural. Anda akan menemukan Steven Spielberg menjadi pemandu pertunjukan “Lights, Camera, Action!”. Pertunjukan ini menyajikan simulasi syuting adegan kota New York dihantam badai.

Dari New York saya menuju SciFi City yang diatur layaknya film fiksi ilmiah Star Trek. Wahana utama area ini adalah Battlestar Gallactica yang merupakan rollercoaster ganda tertinggi di dunia. Sayangnya waktu itu Battlestar sedang rusak, sehingga tidak operasional. (Per 12 Agustus 2010, wahana ini masih rusak, dan kabarnya baru bisa beroperasi akhir 2010)
Rencananya, tahun 2011 nanti, wahana Transformers akan dibuka di sini.

Lepas dari SciFi City yang serba mutakhir, kita loncat ke Ancient Egypt yang serba berdebu, kering, dan keemasan. Di situ berdiri bangunan mesir kuno yang dikawal sepasang prajurit Anubis berukuran raksasa. Ini adalah wahana “Revenge of the Mummy” yang terinspirasi dari film “The Mummy”. Di sini kita diberi tugas mencari buku kehidupan untuk mencegah Imhotep bangkit kembali, dimana kelanjutannya tidak saya ceritakan supaya tidak spoiler.

Meninggalkan area Ancient Egypt, saya masuk ke Lost World. Di antara teduhnya pepohonan eksotis, Anda bisa bertemu dengan dinosaurus-dinosaurus di Arung Jeram Jurassic Park. Wahana air ini adalah magnet Universal. Di pagi hari antriannya sekitar 45 menit dan sorenya bisa mencapai 90 menit. Di area ini juga ada atraksi kecil lain seperti Canopy Flyer (roller coaster tergantung) dan Pteranodon Flyer (semacam gajah bledug)

Di samping Jurassic Park adalah pertunjukan air Waterworld. Wahana ini terinspirasi dari film Kevin Costner yang tidak laku dan menghancurkan karirnya. Namun pertunjukannya justru ngehits banget di Amerika dan Jepang, hingga akhirnya ikut diserap ke Universal Singapura.

Area Lost world terhubung dengan Far Far Away yang terinspirasi oleh Shrek. Atraksi, toko, dan pertujukan yang serba Shrek dapat ditemukan di sepanjang jalan Romeo Drive (parodi dari Rodeo Drive, Los Angeles). Di tengah-tengahnya berdiri kastil raksasa yang memuat pertunjukan Shrek 4D, yaitu film 3D yang memakai efek simulator dan lain-lain. Selain itu ada pertunjukan Donkey Live! di mana si Donkey berinteraksi dengan penonton, dan Enchanted Airways, semacam roller coaster untuk anak-anak yang diramaikan oleh tokoh-tokoh Shrek.

Areal terakhir adalah Madagascar yang ditata persis seperti filmnya. Sayangnya, satu-satunya wahana yang bisa dinaiki cuma komidi putar King Julien. Wahana “Madagascar: Crate Adventure” belum beroperasi ketika saya di sana. Kabarnya wahana air ini baru dibuka akhir tahun 2010.

Kunjungan ke Universal kali ini memang agak kurang “utuh” karena beberapa atraksi belum berjalan. Total ada tiga wahana yang belum operasional pada fase soft opening ini: Battlestar Galactica, Madagascar, dan Studio 28. Akan tetapi, 9 jam di sana masih terasa tidak cukup, apalagi kalau kita banyak makan-makan, antri, dan foto-foto. Saya tidak sempat naik Treasure Hunter, nonton Waterworld, nonton Monsters, dan berfoto dengan Puss in Boots, Kung Fu Panda, & King Julien.
Setelah wahana Madagascar dan BattleStar Gallactica beroperasi di akhir 2010, dan Transformers operasional tahun 2011, mungkin perlu dua hari untuk menikmati Universal Studio. Saat ini, jika dibandingkan dengan Dufan, jumlah atraksi di Universal memang terasa sedikit untuk harga tiket yang lebih mahal. Bedanya dengan Ancol, di Universal wahana dikemas cantik sempurna sehingga membekaskan kesan yang menyenangkan.
Update
Per Februari 2011, rollercoaster duel Battlestar Gallactica sudah kembali beroperasi. Adapun wahana Madagascar dijadwalkan akan beroperasi bulan Juli.
Pada 16 Mei 2011, Madagascar: Crate Adventure resmi dibuka. Wahana ini terinspirasi dari film Madagascar dan menghadirkan Alex, Marty, Gloria dan Melman.
Wahana Transformers telah mulai beroperasi mulai 3 Desember 2011.


Senin, 09 April 2012

Gunung Rinjani





Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur,Lombok Tengah dan Lombok Barat. Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726 m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004. Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (sungai) tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak. Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994. Selain Gunung Barujari terdapat pula kawah lain yang pernah meletus,disebut Gunung Rombongan.
Gunung Rinjani Terletak di pulau Lombok, Untuk menuju Gunung Rinjani, anda dapat menggunakan bus langsung Jakarta-Mataram, setelah sampai di mataram anda menuju ke desa sembalun atau bisa juga ke desa senaru menggunakan kendaraan setempat.atau menggunakan penerbangan dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar menuju ke bandara selaparang mataram – Lombok.
Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus.
Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl. Untuk mencapai lokasi ini kita bisa mendaki dari desa Senaru atau desa Sembalun Lawang (dua entry point terdekat di ketinggian 600m dpl dan 1.150m dpl). Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute Sembalun agak panjang tetapi datar, dan cuaca lebih panas karena melalui padang savana yang terik (suhu dingin tetapi radiasi matahari langsung membakar kulit). krim penahan panas matahari sangat dianjurkan.
Dari Rute Senaru tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.
Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan "passion".
Keseluruhan perjalanan dapat dicapai dalam program tiga hari dua malam, atau jika hendak melihat dua objek lain: Gua Susu dan gunung Baru Jari (anak gunung Rinjani dengan kawah baru di tengah danau) perlu tambahan waktu dua hari perjalanan. Persiapan logistik sangat diperlukan, tetapi untungnya segala sesuatu bisa diperoleh di desa terdekat. Tenda, sleeping bag, peralatan makan, bahan makanan dan apa saja yang diperlukan (termasuk radio komunikasi) bisa disewa dari homestay-homestay yang menjamur di desa Senaru.






Selasa, 03 April 2012

tugas pariwisata


1.     Sarana dan prasana pariwisata yang seperti apa yang menurut anda ideal dan memuaskan wisatawan?
v  hemat saya,sarana dan prasarana yang memiliki Keindahan alam serta yang kental dengan sejarah dan Kebudayaan, kemampuan atau kemudahan berjalan atau ketempat terfasilitas harus sesuai dengan kualitas dan harga penginapan, makanan, dan minuman yang juga sesuai dengan kemampuan kocek dari wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut. menyelenggarakan pemandu wisata agar wisatawan yang belum pernah mengunjungi tempat tersebut tidak buta arah.
2.    Berikan analisis anda mengapa pariwisata memerlukan organisasi kepariwisataan?
v   pariwisata tentu sangat memerlukan organisasi kepariwisataan karna kalau tidak ada organisasi tentu akan tidak adanya peraturan sehingga berdampak ketidak tertiban maka dari itu harus adanya kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah, para pengusaha yang bergerak dalam industri pariwisata agar sumber daya yang ada, mempersiapkan masyarakatnya serta kesiapan sarana penunjang lainnya, karena bagaimanapun juga  wisatawan menghendaki pelayanan yang memuaskan.

Cartenz Pyramid

Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi di Australia dan Oseania. Ini adalah puncak delapan dalam proyek KTT Tujuh (7 puncak di 7 mounatins tertinggi di 7 Continets). Carstensz Pyramid terletak di barat Papua (sekarang bernama Provinsi Papua Indonesia). Provinsi ini bahasa Indonesia disebut Irian Jaya sampai dengan tahun 2005. Itu terletak di New Guinea, yang merupakan dunia "s pulau terbesar kedua.
Carstensz Pyramid

"Siapa pun yang pernah melihat Carstensz Pyramid merindukan seperti itu adalah wanita cantik Ia menggoda. Anda sambil tetap misterius. Sesekali ia memperlihatkan kepada Anda semua keindahannya, hanya untuk yang tercakup dalam selubung kabut semenit kemudian. Hal ini provokatif tetapi tercapai. Ini membuat Anda tersiksa dan gelisah, seperti halnya kita ""

Carstensz Pyramid, yang disebut Puncak Jaya oleh beberapa orang, dan Puncak Jaya Kesuma atau hanya Jaya Kesuma oleh orang lain, terletak di sebelah barat dataran tinggi pusat yang disebut Pegunungan Jayawijaya dan Sudirman. Ini adalah gunung tertinggi di Australia dan Oseania. Secara teknis ini berarti bahwa Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi antara Amerika dan Himalaya.
Ilustrasi peta Gletser. Nama Carstensz Pyramid dibaca - Puncak Jaya Kesuma

Secara resmi ia membawa nama penemunya - John Carstensz, yang merupakan laut farer-Belanda. Pada 1623 ia membawa kabar ke Eropa tentang hak gunung salju di khatulistiwa, tapi tidak ada yang percaya padanya. Dia adalah orang Eropa pertama yang melihat Carstensz Pyramid dengan matanya sendiri.

komunis Indonesia menyebutnya Puncak Jaya (puncak kemenangan), meskipun nama ini milik KTT berbeda yang dianggap tertinggi (Nga Pulu). Namun nama lain untuk Carstensz Pyramid yang juga sering digunakan, adalah Jaya Kesuma. Nama ini digunakan dalam buku yang diterbitkan oleh Mapala University. Namun, hari ini Indonesia menggunakan (agak tidak konsisten) kedua nama gunung - Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya.

Kadang-kadang anda dapat menjalankan ke salah eja "nama" digunakan ketika mengacu pada Piramida Carstensz, ini termasuk Karstens, Carstens, Carstenz, Carstenzs, Carstesz, Carstes, Carstez, Karstensz, Karstenz, Karstesz, Karstes, Karstez atau Piramid. Namun, semua ini adalah kesalahan ketik. Nama-satunya yang benar adalah Carstensz Pyramid. Kadang-kadang, nama kedua untuk Carstensz Puncak Jaya adalah salah eja dan mengikuti salah bentuk digunakan sebagai pengganti: Puncak Jaja atau Puncak Jaia. Yang paling sering adalah kesalahan ketik diragukan lagi Karstens dan Carstens. Para mantan ketik berasal dari nama penemu Piramida Carstensz, yang kadang-kadang dieja sebagai Jan Karstens.
Pertanyaan dari Carstensz Pyramid "s ketinggian

Tinggi secara resmi diakui Piramida Carstensz adalah 4884 m (16.023 kaki beberapa sumber mengklaim 16.013 kaki). Meskipun begitu banyak sumber masih mengklaim puncaknya adalah 5030 meter (16.503 kaki). Australia peta navigasi udara kutipan 16.503 kaki (5030 meter). Namun, pada tahun 1994, ketinggian dunia mengakui penerbit peta dan panduan dari Verlag mencatat pada "Ost Indonesien" peta ketinggian 5030 m.

Semua peralatan kami (baik altimeter dan GPS "s) menunjukkan tingginya lebih rendah dari 5000 meter (16.400 kaki) di bagian atas Piramida Carstensz. Karena itu, sejalan dengan pendaki gunung terkemuka lain, kita menunjukkan tinggi resmi 4884 meter Carstensz Pyramid ( 16.023 kaki) Namun, kami masih ragu tentang alasan di balik peta navigasi udara dan Verlag yang salah..
Gunung salju di khatulistiwa "
Piramida Carstensz - Puncak Tengah

Carstensz Pyramid - Puncak Jaya (4884 m, 16023 ft), Puncak Mandala (4640m, 15223 ft), dan Puncak Trikora (4730m, 15518 ft), adalah tiga gunung tertinggi dan paling terkenal barat Papua. Carstensz Pyramid adalah yang tertinggi dari mereka, dan itu milik Snow Mountains (Pegunungan Maoke dalam bahasa lokal). Mereka adalah terletak di dataran tinggi barat Jayawijaya pusat.

Para tropis legendaris Snow Mountains terletak di tengah hutan tak berujung di Papua Barat. Mereka adalah berakhir logis dari Cembalo Plato. Dari tiga gunung tersebut, hanya Carstensz piramida milik di antara mereka. Meskipun massif Pegunungan Salju tidak terlalu tinggi, dan itu terletak 4 derajat selatan khatulistiwa, itu berisi empat gletser relatif besar. Terbesar dari mereka bukanlah Glacier Carstensz, tapi Meren Glacier yang pinggiran yang Nga Pulu peak (4862 m, 15951 ft). Beberapa orang Indonesia menyebutnya puncak Puncak Jaya, karena sudah lama dianggap sebagai puncak tertinggi Papua.

Dan mana nama Pegunungan Salju berasal dari "Tidak hanya gletser di puncak, tetapi alasannya adalah juga fakta bahwa salju yang tidak biasa ada badai salju tropis sering. Membawa salju ke daerah terletak setinggi 4.000 m (13.123 ft ).

Dinding Carstensz Pyramid adalah sekitar 500 - 600 meter (1640-1968 ft) tinggi. Di bagian atas ini dilalui oleh langkan raksasa, di mana untuk culoars besar pergi. Bagian bawah dinding - approx. 300 m (984 kaki) adalah "rapi" membungkuk pada sudut 10 - 15 °. Bagian atas dinding adalah approx. 80 m (262 kaki), dan hampir vertikal. Para crista puncak Carstensz Pyramid sebagian besar kasar dan terbuka. Beberapa pendaki mengatakan bahwa dinding Carstensz Pyramid adalah sebagai tajam seperti kaca, dan mereka tidak jauh dari kebenaran.



RAJA AMPAT ARCHIPELAGO (Kepulauan Raja Ampat) - PAPUA BARAT





Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat di antara gugusan pulau ini adalah pulau terbesar yaitu:

* Pulau Waigeo
* Pulau Misool
* Pulau Salawati
* Pulau Batanta

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.





Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.


Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.








Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis pigmy seahorse atau kudalaut mini, wobbegong dan Manta ray. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Ada juga pesawat karam peninggalan perang dunia ke II yang bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman menjadikan tempat yang bagus untuk wreck dive seperti di P. Wai. Dan masih banyak lagi situs terumbu karang yang sebenarnya belum pernah dijamah. Ini menjadikan penyelaman di Raja Ampat terasa lebih menantang.