Pastikan bagaimana cuaca di
tempat yang akan dikunjungi, apabila kita hanya berlibur sekitar indonesia saja
kita menyiapkan kebutuhan pribadi dan terpenting ialah obat2an bagi yang
bermasalah apabila melakukan perjalanan jauh dan pastinya juga harus dalam
keadaan fit. Dan bila melakukan liburan di luar negri ita harus mampersiapkan
paspor, visa dan sbg. Mungkin ada juga yang ingin berlibur akan tetapi hujan
turun? Bisa juga kita menikmati liburan saat hujan, dan yang harus kita
persiapkan adalah hampir sama dengan penjelasan sebelumnya tetapi pada
persiapan obat2an kita harus mempersiapkan ekstra sekedar antisipasi, kemudian
tentukan transportasi hindari yang beroda dua, lebih baik angkutan umum yang
tertutup dan yang terakhir adalah nikmati hujan.
Kamis, 12 April 2012
Tugas pariwisata 1
1. Apa yang harus kita siapkan sebelum kita melakukan
perjalanan wisata?
Dead Sea
Laut mati terletak pada perbatasan antara Jordan dan bagian barat Palestina,
laut mati memiliki titik terendah di bumi pada 1.300 kaki (400m) di bawah
permukaan laut.
Secara geologi laut mati terbentuk tiga juta tahun yang lalu
ketika timbul retakan kecil pda Jordan Riff Valley dimana air laut masuk dan
terkumpul, iklim kering dan evaporasi tinggi meningkatkan konsentrasi mineral
dalam air. Garam, kapur dan gypsum terdapat pada sepanjang retakan ini dan membentuk
danau dengan kandungan garam tertinggi.
Saat ini Laut mati mengandung 43 jga metric ton garam. Garam
terus mengendap di sepanjang pantai hingga hari ini. Laut mati mengandung ram
mineral alami dan lumpur hitam terakumulasi dalam dasar laut mati. Garam
mineral alami ini terdiri dari potassium, magnesium, sodium, calcium dan
chloride dalam jumlah yang besar.
Sejak dulu material yang terdapat dalam laut mati diketahui
mempunyai efek untuk mempercantik kulit. Dengan mengoleskan lumpur ini ke
tubuh, mineral yang terkandung di dalamnya terbukti dapat memperbaiki kulit,
melancarkan sirkulasi darah dan dapat membantuk kesehatan. Hal ini sudah lama
diketahui oleh King Salomon, Cleopatra dan Herod the Great sehingga mereka
mendatangi Laut Mati untuk memperoleh efek tersebut. Bahkan pada zaman
pemerintahan ratu Cleopatra, dia memerintahkan pabrik obat dan kosmetik di
bagian di sekitar area laut mati.
Kota venice (kota apung)
Kota Air, mungkin ini sebutan yang pas untuk Venesia. Kota
yang terletak di bagian timur laut Italia ini langsung mengingatkan kita pada
sebuah nama, Marco Polo. Nama pedagang asal Venesia yang mengembara ke sejumlah
negara Asia ini mudah diingat karena tercantum di pelbagai buku sejarah yang
diajarkan sejak sekolah dasar. Nama Marco Polo tak bisa dipisahkan dari
Venesia. Bahkan nama Marco Polo diabadikan sebagai nama bandara di kota itu.
Anda bisa menggunakan kereta api cepat seperti Eurostar maupun kereta mirip
kelas ekonomi untuk mengunjungi Venesia. Dari berbagai kota di daratan Eropa
ada beberapa kereta api yang, langsung maupun harus berganti kereta. Kereta
berhenti di Stasiun Santa Lusia.
Di beberapa tempat bisa ditemui kafe 24 jam, jadi anda tak perlu takut
kelaparan. Mau kopi panas sampai minuman teh tersedia di sudut-sudut stasiun.
Setelah itu untuk mengelilingi kota yang dibangun dari pulau-pulau kecil itu
kita menggunakan vaporetto atau bus air dari pangkalan yang bernama Ferovia,
tak jauh dari stasiun. Dari tempat ini pengunjung bisa mengelilingi sejumlah
tempat di Venesia.
Ada sejumlah rute yang bisa dilalui dari pangkalan ini. Salah satu rute yang
terkenal adalah Ferovia-San Marco. Bangunan-bangunan megah dan telah berumur
ratusan tahun berbatasan langsung dengan laut. Istana, gereja, dan museum
bergaya Ghotic, Venezia-Bizantium dan Lombardesque berada di pulau-pula kecil.
Pulau yang berjumlah lebih dari 100 itu dihubungkan dengan kanal-kanal. Di
kanal inilah beroperasi perahu tradisional yang disebut gondola. Ini adalah
kendaraan yang biasa digunakan kalau ingin mengelilingi kampung-kampung di
pulau itu. Sedangkan bus air hanya digunakan di luar kanal. Bus air ini
berhenti di sejumlah tempat dan untuk rute Ferovia-San Marco ditempuh dalam
waktu setengah jam. Di terminal bus air di San Marco, anda akan bertemu dengan
para pedagang souvenir, mulai dari kristal Venesia, kalung, atau replika
gondola.
Jika Venesia menjadi destinasi wisata anda, jangan lupa membeli suvenir gelas
kristal. Venesia dikenal sebagai daerah penghasil suvenir kristal bermutu
tinggi di Eropa dengan berbagai bentuk.
Machu Picchu
| machu picchu |
Peradaban Inca yang Hilang
Machu Picchu adalah sebuah kota yang terletak di lembah
urubamba pegunungan Andes 2430 meter di atas permukaan laut di Peru, Amerika
selatan. Machu Picchu merupakan kota peninggalan dari kerajan Inka pada tahun
1440 dan di tinggalkan seratus tahun kemudian karena kerajaan inka dikalahkan
oleh bangsa spanyol. Sejak itu Machu picchu mulai menghilang dari peradaban
dunia namun sekitar tahun 1911 seorang arkeolog dari Universitas Yale Hiram
Bingham III menemukannya kembali. Saat itu bingham tengah mencari vilcabamaba
benteng terakhir yang belum ditemukan dari kerajaan inca.ketika menemukan
macchu picchu,bingham berfikir bahwa ia telah menemukan vilcabamba.
Machu picchu merupakan simbol dari kerjaan inca, yang paling
terkenal. sebelum pasukan Spanyol tiba, cacar menyebar di antara penduduk Inca
pada tahun 1527. Lima puluh persen penduduk terbunuh oleh penyakit ini.
Kegagalan pemerintah dalam mengatasi kemelut ini melahirkan pemberontakan
hingga jatuh ke dalam perang saudara. Pada saat sang penakluk Inca, Pizzaro,
tiba di Cuzco pada tahun 1532, Machu Picchu sudah dilupakan.
Dari hasil penelusuran, Machu Picchu tampaknya telah
dimanfaatkan oleh Inca sebagai kota upacara rahasia yang bersifat sakral.
Kemungkinan besar Machu Picchu merupakan tempat pelatihan pendeta atau
pengantin bangsawan Inca. Pemeriksaan tulang menunjukkan kesamaan dengan tulang
laki-laki, sehingga Machu Picchu tidak semata-mata sebuah kuil atau tempat
tinggal perempuan.
Salah satu fungsi utama Machu Picchu adalah observatorium
astronomi. BatuIntihuatana (berarti ‘Pos Matahari’) terbukti menjadi
indikator periode langit yang tepat. Adapun Intihuatana (Saywa atau
batu Sukhanka) dirancang untuk menghalangi matahari. Pada periode ini, suku
Inca mengadakan upacara di batu di mana mereka “terikat matahari” untuk menghentikan
gerakan langit utara. Batu-butu tersebut berbentuk seperti sebuah jam matahari.
Arsitektur Machu Picchu
Machu Picchu terdiri dari sekitar 200 bangunan yang memiliki
dinding polygonal dengan karakteristik periode Inca. Bangunan berbobot 50
ton (atau lebih) ini dibangun dengan ketelitian sehingga sebilah pisau tipis
pun tak dapat menembus dinding-dindingnya.Machu Picchu terbagi menjadi tiga
area: pertanian, perkotaan, dan agama dengan struktur yang diatur sedemikian
rupa sehingga fungsi bangunan sesuai dengan bentuk lingkungan.Suku Inca menanam
tanaman seperti kentang dan jagung di Machu Picchu. Untuk mendapatkan hasil
setinggi mungkin, mereka menggunakan metode terasering maju dan irigasi untuk
mengurangi erosi dan meningkatkan area budidaya.
Terasering dan saluran air pertanian memanfaatkan lereng
alam. Daerah bangunan ditempati oleh kaum petani dan guru, anak-anak, dan imam.
Daerah religius yang paling penting terletak di puncak bukit, dengan
pemandangan lembah Urubamba yang subur. Satu hal yang unik tentang Machu Picchu
adalah arsitektur lanskapnya. Formasi batu digunakan dalam pembangunan
struktur, patung-patung, waduk, dan kuil-kuil yang menggantung di tebing curam.
Bentuk atap rumah-rumah yang terbuat dari jerami dan pintu dan jendela yang
berbentuk trapesium juga tidak biasa.
Keunikan Machu Picchu
Para pejalan kaki, wisatawan, dan penjelajah dapat menyusuri
jalan dengan menggunakan Inca Trail. Pemandangan kuil, ladang, teras,
dan kamar mandi seolah membawa Anda ke dunia lain. Perpaduan bukit dan artefak-artefak
ini nampak seperti surga hijau yang halus dan elegan. Tak kalah menarik
pemandangan pegunungan Andes yang telihat seperti orang-inca sedang menengadah
kelangit dengan hidung mancungya. Sungguh sebuah peradaban diatas awan yang
sempat hilang
Dengan seribu keunikan ini, Machu Picchu pun ditunjuk
sebagai Situs Warisan dunia UNESCO sejak tahun 1983. Machu Picchu juga
dinobatkan sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia baru (jumlah
pengunjung mencapai 400,000 pada tahun 2003). Pada bulan September tahun 2007.
Berenang Bersama Ikan Mola-Mola di Bali
SURGA bawah air di Pulau Bali mungkin masih belum
terlalu terkenal di kalangan para penyelam seperti Bunaken, Raja Ampat, dan
Wakatobi. Namun, keindahan bawah laut di Bali ternyata mempunyai satu keunikan
khusus yang menjadi daya tarik bagi wisatawan penyelam.
Di Nusa Penida, Bali, ada satu hewan laut yang fenomenal dan menjadi ikon bagi
kota ini, hingga menarik banyak penyelam untuk datang dan melihatnya. Hewan
tersebut adalah ikan mola-mola. Ikan ini adalah ikan dengan tulang terberat,
yaitu sebesar 1.000 kilogram bagi ikan dewasa. Ikan mola-mola ini juga
mempunyai bentuk yang aneh, yaitu pipih dengan sirip di atas dan di bagian
bawah tubuhnya, serta bentuk ekor yang aneh. Makanan utama dari ikan mola-mola
ini adalah ubur-ubur, dan ikan ini gemar berenang di kedalaman 600 meter di
bawah permukaan laut beriklim tropis. Demikian yang dilansirTriptourism, Selasa
(29/11/2011).
Banyak penyelam yang datang ke Nusa Penida khusus untuk melihat ikan ini.
Namun, tidak semua yang telah menyelam dapat melihat ikan ini. Banyak penyelam
mancanegara yang bersedia membayar mahal pemandu apabila mereka berhasil
melihat ikan mola-mola ini. Namun memang hanya yang beruntung yang dapat
melihat ikan unik ini.
Ikan mola-mola kerap muncul di perairan Nusa Penida sekira Juni hingga Oktober,
di tempat yang khusus dinamakan para penyelam sebagai Blue Corner dan Cristal
Bay. Ikan ini umumnya muncul dua hingga delapan ekor.
Kawah Kelimutu
Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena
memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun
begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Tak
kurang sudah 12 kali perubahan warna terjadi dalam waktu 25 tahun terakhir ini.
Danau pertama dan kedua letaknya sangat berdekatan, sedangkan danau ketiga
terletak menyendiri sekitar 1,5 km di bagian Barat. Perubahan warna ini diduga
akibat adanya pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat
kimiawi terlarut, dan akibat pantulan warna dinding dan dasar danau.
Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan
kata "mutu" yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk
setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan
memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.
Danau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna -
warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri
Koo Fai" merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah
meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" merupakan
tempat berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal dan selama ia hidup
selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau
"Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua
yang telah meninggal.
Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292
juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah
longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat.
Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.
Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda,
tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam
tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati
danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan
hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam
yang amat langka itu. Bagi penggemar hiking dan menyukai keindahan alam di desa
pegunungan tropis, berwisata ke tempat ini merupakan pilihan terbaik. Kawasan
Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26
Februari 1992.
Untuk mencapai Gunung Kelimutu yang pernah meletus di tahun 1886 ini, butuh
“perjuangan” tersendiri. Dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa
Tenggara Timur, butuh waktu sekitar 3 jam dengan mobil sewaan dengan kondisi
jalan yang tidak terlalu bagus, berkelak-kelok, melintasi jurang dan tebing.
Kita akan menemui kampung terdekat dengan kawah gunung Kelimutu yang bernama
Kampung Moni.
Kampung ini terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende yang
berjarak 13 kilometer dari Danau Kelimutu. Dari Moni hanya dibutuhkan waktu
sekitar 45 menit untuk mencapai bibir Danau Kelimutu.
Selain dari Maumere, Kelimutu juga dapat dicapai dari Ende menggunakan bus
antarkota ataupun kendaraan sewaan, dengan harga dan waktu perjalanan yang
relatif tidak jauh berbeda. Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung
dapat menggunakan pesawat menuju kota Ende, di Pulau Flores, dengan waktu
tempuh mencapai 40 menit. Kelimutu terletak sekitar 66 kilometer dari Kota Ende
dan 83 kilometer dari Kota Maumere.
Di Kampung Moni banyak dijajakan kain tenun Lio yang menjadi salah satu produk
khas lokal disana dan dijual oleh penduduk setempat kepada para wisatawan. Di
Kampung Moni pula terdapat penginapan yang bisa dipakai oleh wisatawan untuk
menginap atau beristirahat.
Terdapat sekitar 20 homestay yang dikelola penduduk dengan tarif Rp 25.000- Rp
50.000 per malam sedangkan cottage milik pemerintah bertarif Rp 75.000-Rp
85.000. per malam. Edelweis, Pinus dan Cemara adalah sejumlah tumbuhan yang
dapat kita temui saat memasuki kawasan Kelimutu.
Coban Rondo
Air terjun Coban Rondo terletak di lereng Gunung
Kawi, Kabupaten Malang yang menurut administrasi pengelolaan hutan masuk dalam
wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Perum Perhutani Malang. Sedangkan
menurut administrasi pemerintahan, Cobanrondo berada di Desa Pandesari, Kecamatan
Pujon, Kabupaten Malang.
Untuk berkunjung ke tempat wisata ini tidak terlalu sulit,
karena saat melewati jalan raya antara Batu menuju Pujon, Anda dapat melihat
petunjuk jalan menuju ke air terjun Coban Rondo. Jalanan yang sudah baik
memudahkan pengunjung yang datang menggunakan kendaraan. Tempat wisata ini juga
dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum karena letaknya yang tidak
terlalu jauh dari keramaian.
Jika ingin mencapai air terjun, Anda harus berjalan kaki
sekitar 2 km dari loket pembelian karcis. Perjalanan akan tidak terasa berat
karena rimbunnya pepohonan hijau yang akan melindungi Anda dari sengatan sinar
matahari dan memberi banyak oksigen untuk paru-paru. Jalan setapak yang harus
dilewati sudah baik sehingga tidak memberatkan perjalanan Anda.
Dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajat Celcius, Anda akan
menikmati kesejukan suasana. Sehingga tidak heran jika banyak pengunjung yang
senang untuk bersantai di bawah pepohonan atau duduk sejenak diatas bangku batu
yang tersedia.
Dalam tempat wisata ini juga ada fasilitas lain seperti
arena bermain anak atau tempat untuk Anda yang ingin berkemah di alam terbuka.
Dalam perjalanan, Anda akan melewati jembatan yang membentang di atas sungai.
Suara riak air terdengar menyejukkan. Di ujung jalan, banyak pula
pedagang-pedagang yang menawarkan makanan, minuman, atau souvenir unik yang
bisa dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh.
Hal lain yang juga menarik adalah adanya monyet-monyet yang
muncul untuk meminta atau mencari makanan dari para pengunjung. Tingkahnya yang
lucu, banyak menarik perhatian anak-anak.
Air Terjun Coban Rondo
Saat tiba di depan air terjun Coban Rondo, suasana segar dan
dingin langsung terasa. Air terjun dengan ketinggian 84 meter ini terlihat
perkasa dengan mencurahkan begitu banyak air. Pada musim hujan, debit air
terjun sebanyak 150 liter setiap detik, sedangkan pada musim kemarau debit
airnya 90 liter per detik.
Rasa penat akan hilang dengan menikmati air terjun yang
berada pada ketinggian 1.135 meter di atas permukaan laut. Pemandangan indah
alami di sekitar air terjun dapat memberikan ketenangan. Anda juga dapat
merasakan dinginnya air yang menghujani tubuh atau berenang di kolam di bawah
air terjun yang akan memberi kesegaran. Kesempatan untuk berfoto di depan air
terjun bersama teman atau keluarga tidak pernah dilewatkan para pengunjung.
Legenda Coban Rondo
Coban merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti air
terjun. Sedangkan rondo berarti janda. Ada legenda tentang
asal-usul nama air terjun ini. Cerita ini dapat Anda lihat di dekat air terjun,
di dalam sebuah bingkai kaca, tertulis Legenda Cobanrondo yang merupakan
asal-usul nama tempat ini.
Kisahnya adalah ketika pasangan suami istri yang baru
menikah. Sang istri bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi. Sedangkan
suaminya bernama Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro.
Ketika pernikahan sudah mencapai 36 hari (selapan), Dewi
Anjarmwati mengajak suaminya untuk mengunjungi Gunung Anjasmoro, daerah asal
suaminya. Orang tua Dewi Anjarwati melarang keduanya pergi karena baru selapan.
Tetapi, Dewi Anjarwati dan suaminya tetap berkeras untuk pergi.
Ketika dalam perjalanan, mereka berdua dikejutkan dengan
kehadiran Joko Lelono yang tidak diketahui asal-usulnya. Joko Lelono terpikat
oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya.
Akhirnya perkelahian antara Raden Baron Kusuma dengan Joko
Lelono tidak dapat dihindarkan. Kepada punokawan yang menyertainya, Raden Baron
berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di tempat yang ada cobannya (air terjun).
Perkelahian terus berlangsung sampai akhirnya Raden Baron dan Joko Lelono
sama-sama tewas. Dengan demikian Dewi Anjarwati menjadi janda atau dalam bahasa
Jawa yaitu rondo. Sejak saat itu, air terjun tempat Dewi Anjarwati menunggu
suaminya disebut Coban Rondo. Konon, batu besar di bawah air terjun merupakan
tempat duduk sang putri.
lokasi
Lereng Gunung Kawi
Desa Pandesari, Kecamatan Pujon
Kabupaten Malang
Jawa Timur
Langganan:
Postingan (Atom)